Okta : seorang anak merawat ayahnya yang lumpuh dan kini mampu membantu penyandang disabilitas lainnya di PUSPADI Bali

Menginjak umur 12 tahun, Okta harus menjadi layaknya orang dewasa lebih cepat setelah ayahnya lumpuh karena terjatuh dari pohon nangka di rumahnya yang terletak di kabupaten Karangasem, Bali Timur. Masih sebagai siswa sekolah menengah dan setelah ibunya memutuskan untuk berpisah dengan keluarga, Okta kemudian harus menjadi orang yang bertanggung jawab penuh untuk merawat ayahnya yang…

Komponen Kaki Palsu: Merubah cara pandang mengenai disabilitas di Bali

Salah satu dukungan dari A Leg To Stand On (ALTSO) adalah memberikan komponen kaki palsu dengan kualitas yang bagus, memungkinkan penyandang disabilitas di Bali dan Indonesia Timur lebih nyaman dan mudah ketika berjalan. Komponen kaki palsu ini berbeda dari alat bantu yang staff PUSPADI Bali buat, dengan komponen baru yang terbuat dari bahan dasar baja…

Hukum untuk Hak Penyandang Disabilitas harus ditegakkan

I Gede Widiasa adalah seorang suami dan ayah dua orang anak, bekerja sebegai tukang pijat di Denpasar dan hidup dengan penglihatan yang terbatas sejak ia kecil. Setelah bergulat dengan demam diusia dua tahu, Widiasa kehilangan sebagian penglihatannya. Widiasa bekerja keras untuk menghidupi keluarganya seperti orang Bali pada umumnya tetapi Penyandang Disabilitas lainnya termasuk dirinya sangat…

Mahasiswa Universitas di Australian mengembangkan kerjasama dengan PUSPADI Bali untuk memahami hak-hak Penyandang Disabilitas

  Lima mahasiswa dari Universitas Flinders bagian Disabilitas dan masyarakat inklusi mendapatkan pengalaman secara nyata melalui kerja lapangan luar negeri pertama di PUSPADI Bali, sebuah yayasan yang membantu lebih dari 4,500 penyandang disabilitas di Bali dan Indonesia Timur. Profesor Caroline Ellison dan mahasiswanya dari Australia telah melakukan kerja lapangan minggu efektif di PUSPADI Bali, dimana…

Selamat tinggal Selvia: salah satu Penguji Prostetik dan Orthotics terbaik kami

  Kami  sedih untuk mengatakan selamat tinggal untuk salah satu staf yaitu Selvia Suryadinata Supervisor P&O, Selvia bekerja dengan PUSPADI Bali selama dua tahun setelah lulus dari Jakarta School of Orthotics and Prosthetics. Ia memiliki etos kerja yang baik, penyandang disabilitas yang kami bantu selalu menerima perhatian dan prifasi ketika Selvia membuatkan alat bantu. Tim…

Terobosan terbaru, penelitian dalam pendistribusian Kursi Roda di Negara Berkembang

I Ketut Gigir tinggal dengan keluarganya dirumah yang terbuat dari batu bata di daerah terpencil Karangasem, dengan dikelilingi banyak pohon dan ternak. Tahun 1985, Ketut Gigir menjadi lumpuh setelah jatuh dari pohon, yang memaksanya untuk belajar bagaimana menjalani hidup dengan cara yang berbeda. Sejak saat itu, ia menggunakan kursi roda untuk melanjutkan hidupnya dan sedihnya…

Wawancara Perpisahan dengan Abie (Supervisor) P&O

Selama lebih dari 2 setengah tahun, Abie Cahya Kusuma membuat beberapa Prosthetic, orthotic dan alat bantu gerak lainnya yang kami berikan untuk Penyandang Disabilitas disekitar Bali dan Indonesia Timur. Sekarang dia meninggalkan PUSPADI Bali dan mereflesikan waktunya yang menyenangkan disini, dalam sebuah wawancara dibawah ini. Bagaimana anda menggambarkan pengalaman di PUSPADI Bali? Saya merasa bersyukur…

Google User’s Voice pertama di dunia, pada projek awal penulusuran penggunaan kursi roda di negara berkembang dan peluncurannya di Bali

(Pada tanggal 18 Maret 2017) UCP Roda Untuk Kemanusiaan pertama kali meluncurkan Google User’s Voice (GUV) di dunia pada projek awal yang mana akan mengambil data pada kualitas hidup pengguna kursi roda yang sesuai dan bagaimana kursi roda digunakan oleh orang dengan disabilitas di Negara  berkembang. Hal yang dipelajari dari GUV projek adalah bagaimana meningkatkan…

Sebuah Dunia yang Lebih Baik: Mempekerjakan Penyandang Disabilitas

Ketika berumur 19 tahun, Putu Sri Wikanadi kehilangan kakinya setelah sebuah kecelakaan sepeda motor saat SMA, dia semakin tidak yakin dengan hidupnya dan bagaimana dia bekerja  untuk dirinya sendiri. Setelah menerima kaki palsu dari PUSPADI Bali, dia mulai melihat kemungkinan dimasa depannya dan tidak melihat kekurangan dari disabilitasnya. Mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, Wikanadi menyelesaikan Program…